Mengawali siklus akuntansi di usaha (dagang) baru
Posted: 24.06.2008
- memperkecil
kesalahan pencatatan,
- Kontrol
kecurangan dan
- percepatan perhitungan.
Akan
tetapi System komputerisasi tidak bisa meluruskan bahwa suatu
system yang sudah diterapkan benar atau salah, karena komputer
hanya bertindak secara dummy ( Pasif) , artinya apapun perintah
yang diberikan untuk dilakukan untuk di hitung, maka komputer akan
langsung menghitung, akan tetapi dia (komputer) tidak tahu apakah
yang di hitung tadi adalah suatu hal yang harus dihitung atau
suatu hal yang tidak perlu dihitung (dengan cara seperti itu).
Berangkat
dari sana, maka apabila kita ingin memulai Siklus akuntansi di
sebuah usaha yang baru berjalan, yang perlu diperhatikan adalah
bahwa kita harus mengetahui terlebih dahulu system akuntansi (secara
manual) yang akan diterapkan di usaha kita. Setelah kita
merancangnya , kita baru bisa menerapkan system akuntansi yang
terkomputerisasi. Disana akan terjadi kompromi-kompromi dalam cara
penghitungan akuntansi.
Yang perlu pertama kali dipersiapkan untuk memulai siklus akuntansi yang benar, sebenarnya mempunyai bebererapa tahapan, tergantung dari tujuan yang ingin dicapai dari perhitungan akuntansi tersebut:
- Tujuan
1. Hanya untuk Mengetahui pemasukan kas dari penjualan (pendapatan)
- Tujuan
2 Hanya untuk mengetahui jumlah arus kas (setelah pengeluaran)
- Tujuan
3. Hanya untuk mengetahui sampai dengan hutang piutang
- Tujuan
4. Hanya untuk Mengetahui sampai dengan jumlah akhir
persediaan ( jika usaha dagang)
- Tujuan
5. Hanya Untuk Mengetahui Sampai dengan Rugi Laba
- Tujuan
6. Mengetahui Neraca
Tujuan
1:
Tujuan
paling sederhana dari mengkomputerisasi system keuangan di sebuah
bisnis adalah hanya ingin mengetahui jumlah pemasukan yang ada
pada periode tertentu. Jika Anda bergerak di usaha dagang, maka
data yang perlu di persiapkan hanya Pengkodean daftar barang
beserta harga jualnya. Dengan data itu anda bisa membuat
sebuah system sederhana (modul penjualan) untuk mengetahui
pemasukan anda tiap hari atau tiap bulannya..
Tujuan
2:
Lebih
jauh dari tujuan pertama jika ingin mengetahui jumlah kas lebih
akurat maka, selain data tersebut , lebih baik lagi jika anda juga
membuat pos-pos pemasukan kas (Modul Kas) , penjualan
barang dan pemasukan kas merupakan laporan kas masuk. Setelah itu
Anda buatkan pos-pos pengelauaran, maka tujuan ke 2
Anda akan tercapai
Tujuan
3:
Jika
Anda ingin mencapai tujuan ke 3, maka data yang harus Anda
persiapkan akan lebih banyak , yaitu selain data-data diatas anda
harus mempersiapkan:
- Nama
- Nama customer/pelanggan beserta tagihan yang menggantung
- Nama
– Nama Vendor / Pemasok beserta hutang yang menggatung
- Harga
beli dari daftar barang yang ada
Jika
ketiga hal diatas sudah ada maka anda dapat mengkomputerisasi
akuntansi anda dengan menambah beberapa modul yaitu:
- Pembelian
- Pembayaran
hutang
- Pembayaran
Piutang
Tujuan
4:
Lebih
sulit dari tujuan ke 3, maka jika anda ingin mngetahui secara
akurat Jumlah persediaan anda , Anda harus menghitung jumlah
persediaan Anda tepat sebelum system komputerisasi di jalankan.
Anda juga harus memastikan bahwa setelah di hitung, system
komputerisasi langsung anda jalankan, baik itu yang berhubungan
dengan pemasukan barang (Pembelian) maupun dengan pengeluaran
barang (penjualan). Karena jika ada selisih sehari saja, dimana
terdapat penjualan atau pembelian yang tidak dimasukkan ke dalam
system komputerisasi , maka Jumlah persediaan anda sudah tidak
akurat
Tujuan
5:
Ada
sebuah lompatan besar jika anda memasuki tujuan ke 5. Jika anda
ingin mengetahui Rugi Laba , maka Anda harus mulai menggunakan
jurnal dalam setiap transaksi. Yang perlu di persiapkan
untuk bisa mengetahui Rugi Laba adalah:
- Daftar
perkiraan
- Harga
Pokok Persedian beserta metode yang dipakai ( FIFO, LIFO atau
Average)
Jika Anda berhasil di Tujuan ke 5 maka Lebih mudah Anda mencapai tujuan ke 6, Anda hanya membutuhkan Neraca Awal sebelum komputerisasi , maka Nada dapat mengetahui Neraca Anda di bulan-bulan berikutnya, karena Anda sudah menggunakan jurnal di setiap transaksi.


